18 Agustus 2016

CARPATHIA DAN CALIFORNIAN

Baca: Kejadian 3:1-24

Di manakah engkau? (Kejadian 3:9)

“Carpathia” berada 93 kilometer dari “Titanic” ketika menerima sinyal SOS dari kapal pesiar yang mengalami musibah itu. Kapten Arthur Rostron langsung mengupayakan pertolongan. “Carpathia” tiba di lokasi musibah empat jam kemudian, dan sempat menyelamatkan 705 orang sebelum “Titanic” akhirnya tenggelam. 

TITIK FOKUS SEJARAH

17 agustus 2016
Baca: Lukas 24:13-27
Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. (Lukas 24:27)
Kisah hidup-Nya dituliskan lebih dari 500 tahun sebelum Dia lahir. Kisah-Nya terdapat dalam berbagai kitab yang terbit sebelum masa hidup-Nya. Saya memiliki buku itu. Pada waktu membacanya, saya menemukan tempat yang dinubuatkan sebagai tempat kelahiran-Nya, nama keluarga-Nya, dan pekerjaan-Nya. Kitab itu menubuatkan orang itu akan menyembuhkan orang-orang sakit. Bangsa-Nya sendiri akan membenci-Nya dan salah seorang sahabat-Nya akan mengkhianati-Nya. Kitab itu menubuatkan ongkos yang harus dibayarkan kepada si penghianat dan kapan Dia akan mati. Kitab yang luar biasa ini juga menyatakan bahwa para penguasa akan membawa orang ini ke pengadilan, bahwa Dia akan dihukum mati sebagai penjahat. Namun, walaupun mati sebagai penjahat yang miskin demi kebaikan dunia kita, Dia akan dikuburkan dalam kubur orang kaya.
16 Agustus 2016

KELEDAI BILEAM


Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup." (Bilangan 22:33)

Salah satu trik untuk mengendalikan kemarahan adalah dengan berhitung dari satu sampai sepuluh di dalam hati. Hal itu menjadikan pikiran lebih rileks. Diharapkan, kita jadi lebih mampu mengendalikan diri sehingga kemarahan kita tidak meluap melalui perkataan atau perbuatan yang bertolak belakang dengan jiwa kristiani yang menjadi jati diri kita.
15 Agustus 2016

KEHENDAK TERBAIK

Baca: Markus 14:32-36

Ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki. (Markus 14:36)

Getsemani berarti “tempat pemerasan minyak”. Di taman itu Yesus menghadapi tantangan paling sulit dalam hidup-Nya; seolah-olah diperas habis untuk mendapatkan minyak yang murni. Dia merasa “sangat takut dan gentar” (ay. 33), menyiratkan kepedihan yang teramat menyakitkan. Di tengah kesesakan itu, Yesus merebahkan diri-Nya ke tanah. Yang dimaksud dengan “merebahkan diri” adalah seakan-akan terjatuh dengan kedua lutut terhempas lebih dahulu ke tanah. Ralph Earle, dalam Beacon Bible Commentary, mengartikan kalimat ini dengan, ”berjalan seperti terhuyung-huyung, tersandung, dan terjatuh, kemudian larut dalam kesedihan dan ketakutan jiwa-Nya.”
14 Agustus 2016

MENGHADAPI AKHIR ZAMAN

Baca: Matius 24:29-44

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. (Matius 24:42)

Banyak mahasiswa yang datang kepada saya bertanya tentang akhir zaman. Mereka gelisah dan ketakutan karena di kampus beberapa lembaga pelayanan ingin menjangkau mahasiswa dengan pendekatan kengerian akhir zaman. Mereka menakut-nakuti para mahasiswa akan dampak besar dari akhir zaman itu. “Kak, beberapa hari ini saya tidak bisa tidur setelah mendengar khotbah seorang pembicara tentang akhir zaman di persekutuan kami. Saya selalu memikirkan kengerian itu. Saya benar-benar takut,” ungkap salah seorang mahasiswa.
13 Agustus 2016

BAGAIKAN BIJI

1
Baca: Yohanes 12:20-36

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)

Dari bangunan tiang beton dapur pastori kami tumbuh pohon beringin. Rupanya, ketika dilakukan pengecoran, biji beringin ikut tercampur ke dalam adonan semen, lalu mati, dan kemudian tumbuh tunas beringin baru, yang mampu menerobos bebatuan beton bertulang. Kami memotong batangnya, tapi beringin itu dapat tumbuh lagi.
12 Agustus 2016

SELALU MENGALIR

Baca: Kolose 3:5-17

Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya. (Kolose 3:10)

Seorang pria mendatangi guru yang terkenal dengan kebijakannya. Tak diduga, pria itu datang hanya untuk meludahi muka sang guru. Seorang murid yang berdiri di sebelah sang guru segera bergerak maju untuk membuat perhitungan. Namun sang guru memberi isyarat kepadanya untuk membiarkannya pergi. “Bukan saya yang diludahinya. Ia belum mengenal saya. Ia meludahi gagasannya sendiri tentang saya, yang ia dengar dari orang lain.” Perkataan itu membuat si pria merasa bersalah. Keesokan harinya ia datang kembali kepada sang guru, katanya: “Saya hendak meminta maaf atas perbuatan saya kemarin.” “Perbuatan yang mana?” balas sang guru. “Meludahi Anda,” sahutnya. “Tidak ada yang perlu dimaafkan, karena saya yang hari ini bukanlah saya yang kemarin! Seperti Anda hari ini, yang juga berbeda dari Anda yang kemarin!”